Summio

Buku

METEOROLOGI

Ini adalah kajian mendalam tentang pemikiran Aristoteles mengenai meteorologi, mencakup segala hal mulai dari gerakan benda langit hingga peristiwa di bumi seperti angin dan gempa bumi.

13 mnt baca4.8 / 5

Tersedia dalam

Pratinjau ringkasan

Santuy Ngobrolin Meteorologi Aristoteles: Alam Itu Nggak Selalu Sempurna, Lho!

Hei, apa kabar? Semoga lagi pada santai ya. Hari ini kita mau ngobrolin sesuatu yang keren banget, nyambungin obrolan kita soal dasar-dasar alam semesta. Kita kan udah pernah ngomongin soal bahan-bahan pembentuk alam semesta, gimana benda bergerak secara alami, dan gimana bintang-bintang dan planet tertata rapi di langit. Kita juga udah bahas soal elemen-elemen kayak tanah, air, api, sama udara, dan gimana mereka bisa berubah satu sama lain, bikin sesuatu jadi ada terus juga ilang. Lumayan komprehensif, kan? Tapi nih, si Aristoteles, bapak filsuf yang kita jadiin inspirasi ini, bilang ada satu bagian lagi dari penelitian besarnya yang belum kesentuh. Bagian ini, yang hampir semua orang sebelum dia sebut meteorologi. Nah, denger kata 'meteorologi' sekarang, pasti yang kepikiran pertama kali kan ramalan cuaca, bener nggak? Hujan, panas,

Apa Aja Sih yang Masuk dalam 'Meteorologi' Versi Aristoteles?

Jadi, fenomena apa aja sih yang masuk dalam payung meteorologi menurut Aristoteles? Siap-siap ya, ini bakal seru: Bima Sakti: Iya, jalur cahaya buram yang membentang di langit malam itu. Aristoteles pengen tahu apa sih itu sebenarnya. Komet: Pengunjung langit yang datang sesekali dengan ekor apinya, yang udah bikin manusia takut sekaligus takjub selama ribuan tahun. Itu apa sih? Datangnya dari mana? Meteor (Bintang Jatuh): Goresan cahaya kilat yang kita lihat melesat di langit. Apa itu dari langit? Atau dari atmosfer? Atau sesuatu yang lain? Tapi nggak cuma itu aja. Dia juga sangat tertarik sama sifat-sifat – intinya, karakteristik dan perilaku – yang umum pada udara dan air. Di sinilah segalanya mulai mendekati apa yang