Pratinjau ringkasan
Harga Sebuah Mimpi: Menguak Kisah Grameen Bank dan Kekuatan Keuangan Mikro
Hei, teman-teman! Pernah dengar tentang buku keren karya David Bornstein, "The Price of a Dream"? Ini bukan sekadar buku biasa, lho. Anggap aja kayak jendela ajaib yang ngasih kita intip dunia di mana mimpi-mimpi besar lahir dari pinjaman receh, dan kemiskinan bukan takdir yang nggak bisa diubah, tapi tantangan yang bisa diatasi dengan sedikit keyakinan dan banyak kerja keras. Nah, bintang utamanya di sini adalah Grameen Bank, ide brilian dari Muhammad Yunus, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian. Bank ini beda banget sama bank konvensional yang sering kita lihat. Ini adalah revolusi dalam bentuk layanan keuangan, dirancang khusus buat ngangkat orang-orang dari jurang kemiskinan, satu pinjaman kecil demi satu pinjaman kecil. Bornstein ngajak kita jalan-jalan, nunjukin gimana Grameen Bank, dengan cara kerjanya yang inovatif, jadi mercusuar
Asal Mula Sebuah Revolusi: Dari Teori ke Praktik
Sebelum ada Grameen, ide ngasih pinjaman ke orang-orang yang paling miskin, apalagi perempuan yang sering nggak punya jaminan apa-apa, itu kedengeran gila banget buat bankir konvensional. Bank biasanya ngitung risiko. Orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem itu risikonya tinggi banget. Mereka nggak punya aset, pendapatan nggak stabil, dan seringkali nggak punya dokumen formal. Logika umumnya, mereka bakal gagal bayar, jadi nggak menguntungkan buat bank. Tapi Muhammad Yunus, seorang profesor ekonomi, ngelihatnya beda. Dia nggak cuma ngelihat angka di neraca, tapi ngelihat manusianya. Perjalanannya dimulai di tahu
