Summio

Buku

Batman: Kemenangan Kelam (Edisi Baru)

Jelajahi masa-masa awal Batman saat Gotham bertransformasi dari kekuasaan mafia menjadi surga bagi para orang aneh, sembari menghadapi kembalinya pembunuh Holiday yang sulit ditangkap.

11 mnt baca4.8 / 5

Tersedia dalam

Pratinjau ringkasan

Batman: Kemenangan Gelap Gotham - Perjalanan Menuju Kegilaan

Yo, apa kabar semua? Hari ini kita bakal selami salah satu cerita Batman yang paling kelam dan nendang banget, yaitu Batman: Dark Victory. Anggap aja ini kayak sekuelnya The Long Halloween, tapi level kegilaannya dinaikin lagi, taruhannya juga makin tinggi. Cerita ini ngambil setting pas Batman, Jim Gordon, sama Harvey Dent itu masih pada 'bau kencur', lagi berjuang mati-matian buat ngembaliin Gotham dari jurang kehancuran. Kota ini udah lama jadi sarangnya para penjahat kelas kakap, tapi siap-siap aja, Gotham bakal jadi jauh lebih gila lagi.

Evolusi Gelap Sang Kota

Gotham, ya ampun, kota ini emang dari dulu udah kayak kapal pecah. Tapi di cerita ini, kita bener-bener diajak ngeliat transformasinya. Dulu tuh kota ini dikuasain sama kejahatan terorganisir, ala-ala mafia klasik gitu. Tapi sekarang, keadaan berubah, dan bukan jadi lebih baik. Para bos lama mulai ngilang, digantiin sama ancaman yang lebih… warna-warni. Kita ngomongin penjahat yang bukan cuma soal selundup barang atau pemerasan; mereka ini tujuannya bikin kekacauan dan kehancuran. Ada Poison Ivy, Mr. Freeze, dan tentu aja, si Joker yang nggak pernah absen. Kayak kota ini lagi demam tinggi, dan mereka-mereka ini gejalanya. Batman, pahlawan kita yang sering manyun ini, ada di tengah-tengah semua kekacauan itu. Dia belum jadi sosok legendaris yang kita kenal sekarang. Dia masih nyari jati diri, masih belajar banyak hal, dan jujur aja, dia

Bayangan Holiday yang Masih Menggantung

Di tengah semua kegilaan baru ini, ada misteri mengerikan yang belum terpecahkan dari The Long Halloween: si pembunuh berantai yang dijuluki Holiday. Inget kan? Si pembunuh ini ngabisin anggota keluarga-keluarga mafia Gotham, selalu pas hari libur. Ternyata, dulu itu bukan cuma satu orang, tapi konspirasi besar. Nah, sekarang, kayaknya Holiday balik lagi. Atau, setidaknya, ada yang bertingkah kayak Holiday, nerusin tradisi berdarahnya. Ini nambahin paranoia dan rasa takut yang lua